A Trip to Mickey's House
Disneyland
dan Disney Studio Paris memang dikenal dengan Euro Disney. Theme Park terbesar
di Eropa. Sebenarnya di Perancis ada juga theme
park lain yaitu Parc Asterix. Tapi sepertinya orang lebih mengenal Disney
Paris sebagai tujuan wisata. Mungkin lain waktu saya akan mengunjungi Parc Asterix.
Oleh
karena prinsip traveling saya adalah budget
traveling yang murah tapi nyaman, saya pun melakukan riset beberapa hari
untuk mendapatkan pengalaman travel
yang saya inginkan.
Setelah
dipertimbangkan, saya memilih perjalanan kombinasi yaitu; berangkat dengan bus
dan pulang dengan kereta cepat (perlu diketahui bahwa urutan perjalanan
termurah di Eropa adalah dengan bus, kemudian pesawat, dan terakhir dengan
kereta cepat. Hal ini mungkin karena jalur perjalanan melalui bus dan pesawat
lebih terbatas daripada kereta, meskipun secara urutan, perjalanan tercepat
adalah dengan menggunakan pesawat, kereta cepat lalu kemudian bus).
Saya
memilih Eurolines sebagai bus antar negara sebagai transportasi yang
mengantarkan saya dari Maastricht ke Paris. Oleh karena pemberhentian bus
Eurolines menuju Paris tidak terdapat di Maastricht, dan lokasi terdekatnya
adalah di Eindhoven, maka saya menuju Eindhoven dengan kereta (sekitar 15,20 Euros naik kereta Intercity –
jika kita memiliki kartu OV-Chip, yang hanya berlaku hanya bagi penduduk, kita
bisa mendapatkan diskon 40%). Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam.
Sebenarnya ada alternatif lain selain naik kereta yaitu naik bus, tapi mungkin
perjalanannya 1 jam lebih lama. Oleh karena saya kuatir ketinggalan bus
Eurolines, saya memilih untuk naik kereta.
Pemberhentian
bus Eurolines itu berada persis di luar stasiun kereta Eindhoven (tidak
terlihat halte, melainkan hanya tiang rambu bus, kursi tunggu dan letaknya
persis ketika kita keluar dari stasiun menghadap stationplein). Eurolines juga bisa tidak tepat waktu. Waktu itu
saya menunggu antara 10-15 menit sampai bus tiba. Tiket bus waktu itu saya beli
online di http://www.eurolines.nl/
dengan harga 11 Euros. Perjalanannya
pun sekitar 6 jam, melalui dan berhenti di kota-kota di Belgia seperti Antwerp
dan Brussel. Bus nya cukup nyaman dengan toilet didalamnya (tapi saya tidak
merekomendasikan menggunakan toilet tersebut, berdasarkan pengamatan wajah-wajah
penumpang wanita yang baru keluar dari toilet). Waktu berhenti di kota-kota
tersebut juga sekitar 15-20 menit (perlu dicatat pemberhentian di Antwerp dan
Brussel agak sulit untuk menemukan toilet, jadi saya sarankan untuk tidak minum
terlalu banyak untuk mengantisipasi keinginan ke kamar kecil).
Oleh
karena saya berangkat sekitar jam 11 siang dari Eindhoven, maka sampai di Paris
sekitar jam 5-5.30 sore. Eurolines berhenti di terminal bus besar di Paris.
Dikarenakan tujuan utama saya adalah Disney Paris, maka dari situ saya langsung
menuju statiun kereta Metro menuju hotel yang berlokasi tidak jauh dari Disney
tentunya. Ongkos naik Metro dari pusat kota menuju Marne Valle sekitar 1,70 Euros.
Saya
memilih hotel Residence Du Parc, yang berlokasi di Marne Valle (area yang sama
dengan Disney Paris). Hotel berbintang 3 ini memiliki shuttle antar jemput ke Disney dengan membayar 7 Euros per kamar. Hotel ini
terbilang cukup bagus dan bersih (bentuk kamarnya seperti apartemen studio
dengan dapur kering satu kompor dan peralatan makan standar serta lemari es),
sayang tempat tidurnya berbentuk sofa bed,
sehingga agak kurang nyaman untuk ditiduri. Tapi secara keseluruhan, hotel ini
terbilang bagus (dan menyediakan wifi gratis dengan password yang harus di
update secara berkala). Adapun rate menginap di hotel ini adalah 63,33 Euros per malam.
Alternatif
lain menuju Disney dari Residence Du Parc adalah dengan menaiki bus nomor 43. Halte bus terletak persis di seberang jalan
hotel. Ongkos dari hotel menuju Disney adalah 1,99 Euros dan berhenti persis di dalam pemberhentian bus di area
Disney Park (Marne la Valle).
Perlu diperhatikan bahwa pastikan bus yang akan kita tumpangi benar-benar
berhenti di Halte tersebut.
Hari
berikutnya saya habiskan di Disney Studio. Letak pintu masuk Disney Studio
bersisian dengan pintuk masuk Disney Land (jangan sampai salah antrian, jika
kita turun dari pemberhentian bus, termasuk juga stasiun kereta Marne Valle
Disney Land, pintu pertama yang kita temui disebelah kanan adalah Disney Land,
setelahnya adalah Disney Studio). Jangan sampai membuang waktu mengantri di
pintu yang salah.
Banyak permainan bagi adrenaline junkie yang sayang untuk dilewatkan dimana salah satu
permainan yang paling menegangkan adalah Holywood Tower Hotel. Permainan
tersebut terkenal menegangkan dengan menyajikan arena lift yang jatuh dari
ketinggian tertentu dari lantai suatu hotel. Sayangnya saya tidak ada teman
sependeritaan yang bisa saya ajak untuk menaiki wahana ini. Lain waktu,
mungkin. Juga stuntman show yang sayang untuk dilewatkan. Tidak seperti Disney
Land, Disney Studio tidak menyediakan pertunjukan kembang api pada jam
penutupan.
Karena
ini merupakan pengalaman pertama saya ke Paris, sayang juga sepertinya jika
tidak menyempatkan diri melihat menara terkenal Eifel. Setelah mencermati peta
wisata yang saya peroleh dari hotel, saya pun berencana mengunjungi setidaknya
tiga lokasi yang mudah terjangkau dengan Metro (mengingat saya hanya punya
sekitar 3 jam sebelum saya mengejar kereta cepat Thalys untuk kembali ke
Maastricht). Dengan berbekal peta ditangan, saya pun menyambangi Menara Eifel,
Notre Dame (dimana saya mulai terinspirasi untuk mengoleksi koin-koin di
tempat-tempat wisata yang saya kunjungi) dan Louvre (saya singgah untuk makan
siang di semacam mal dibawah Louvre, Louvre Carrousel, tapi makanan food
court-nya tidak saya rekomendasikan dikarenakan harganya yang mahal dan rasanya
yang biasa-biasa saja). Perjalanan dari Marne Valle menuju pusat kota Paris
adalah sekitar 30 menit dengan Metro (ongkos Metro tiap titik kurang lebih sama
yaitu 1,70 Euros).
Sayang sekali saya tidak bisa berlama-lama berada di Paris. Setelah puas berfoto-foto ria, saya menuju Paris Nord, stasiun dimana kereta cepat Thalys membawa saya pulang melalui kota Liege di Belgia, untuk kemudian mengganti kereta menuju Maastricht tempat saya tinggal.








0 Comments:
Post a Comment
<< Home