Thursday, March 01, 2007

Maiden and Warrior

Dried conversation,
Fruitless effort,
Endless argumentation,
Problems not solved.

Should it be my fault?
Or shall it be yours?
Twisted thing…
Is happening…

If the maiden heat it up,
Will the warrior stand up right?
Don’t give up,
Start the fight!

Open the mind,
Try to hear…
Everything’s fine,
There’s nothing to fear…

Worry no more,
You should dear,
Once and for all,
We make it clear…

Thursday, February 22, 2007

Miss Hemat

Huaaa....susahnya mempertahankan gelar ini.......hiks....

Awal tahun ini saya bertekad untuk melakukan penghematan besar-besaran...Memang sih, sebenarnya keadaan keuangan kami tidak bisa dikatakan buruk2 amat, tapi karena satu dan lain hal, karena banyak tagihan-tagihan belum terbayar (yang saya kategorikan sebagai Non Performing Loan) dan kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya, rasanya progam tahun ini akan mengalami kegagalan...

Kegagalan demi kegagalan saya alami...seperti beberapa hari lalu, dimana dalam satu hari saya mengalami 3 kegagalan sekaligus. Kegagalan pertama; saya diajak teman untuk makan di satu tempat makan yang murmer katanya....dan yang pasti cocok dengan program saya ini...tiba2 saja karena salah pilih lauk, makan siang itu jadi ujung2nya gak murah2 amat..hehehe...(pake ada adegan sakit perut pula..hehehe)...Kegagalan kedua; waktu saya menemani teman mencari dvd, tiba2 saya melihat serial tivi yang sudah saya dan suami saya dan adik2nya tunggu2 selama ini....tanpa pikir panjang, saya membeli dvd itu, setelah memeriksa uang di dompet, ternyata uangnya pas2an sekali...dompet saya langsung licin tandas.....Kegagalan ketiga; pulang dari kantor, saya berniat untuk menjemput suami saya yang meeting di Tomaodachi cafe..Kebetulan saya belum pernah kesana, jadi sembari iseng-iseng nunggu mungkin saya bisa duduk2 disitu sambil minum teh (duitnya dari mana ya?) ....untung ada suaminya, ternyata dia ada sedikit rejeki setelah rapat di departemen, alhasil, bukan hanya minum teh, saya malah makan chicken ala Tomodachi disana....waduh-waduh....apa kabar program hemat saya?

SAYA TIDAK BOLEH BEGINI TERUS.....saya harus lebih tertib lagi.....saya harus bisa lebih tahan godaan......demi kesuksesan program saya!

SEMANGAT! Doakan saya ya teman-teman!

Tuesday, February 20, 2007

Bus Khusus Wanita

Senangnya membaca berita tentang adanya bus khusus wanita di Pekanbaru...Jadi teringat jaman dulu ketika saya masih menikmati angkutan kota yang penuh sesak pada jam-jam tertentu itu... Duh, sedihnya...Bersikut-sikutan, terinjak-injak dan bahkan tidak jarang saya mendengar banyak sekali pelecahan seksual yang terjadi di kendaraan umum berasap tebal di Jakarta itu...saya pun pernah mengalaminya dulu....Mungkin tidak bisa dibilang parah ya, tapi aksi pegang memegang tangan si kondektur yang jelas-jelas sengaja sembari memberi kembalian itu tetap saja buat saya bisa dikategorikan pelecahan...Setidaknya membuat saya tidak nyaman berada disana lama-lama, rasanya ingin cepat-cepat sampai tujuan....Belum lagi dengan copet-copet yang berkeliaran (untungnya sampai sekarang saya belum pernah kena copet di bus)..tapi kisah-kisah teman-teman saya sudah cukup menjadi trauma buat saya...

Kapan ya Jakarta ada bus khusus wanita? Kalo perlu bus di Jakarta dibuat khusus wanita atau khusus pria saja....dipisahkan dari awal. Bagusnya sih supir dan kondekturnya juga wanita ya (tentunya kalo bus khusus pria supir dan kondekturnya pria juga dong). Pastilah si pengemudi wanita takkan se-ugal-ugalan pengemudi bus pria yang oleh Ibu saya sering disebut "setan jalanan"...Rute-rutenya bisa dipilih dibeberapa jalan utama di Jakarta
dulu deh...seperti rute yang dilintasi Transjakarta (Busway-red)....baru kemudian pelan-pelan menyingkirkan kendaraan umum lain yang tak kalah kacaunya seperti metromini dan kopaja (mohon maaf buat teman-teman yang sodara, om, tante, bude, pakde, uwa, aki, nini atau sapanya punya usaha atau pemegang saham di perusahaan metromini dan kopaja)..saya agak dendam dengan kendaraan umum itu...Rasanya kalo gak terpaksa, gak akan ada orang yang mau naik kendaraan umum itu, udah asapnya menggila, lajunya ugal-ugalan, pelecehannya banyak, baunyaaa.....ya ampun........bagusnya dimuseumkan ajalah kendaraan itu, ganti dengan bus khusus wanita atau pria kali yaa..

Kalo itu kejadian bener-bener, saya janji deh bakal naik bus khusus wanita itu sering-sering...seperti iseng-iseng saya coba naik Busway....walopun cuma 1 halte doang (basa basi banget) tapi ternyata cukup menjadi pengalaman yang menyenangkan buat saya..

Apa perlu Busway dibuat khusus wanita dan khusus pria? Hehehe..gak usah kejauhan kali ya mimpinya....satu-satu aja dulu....yang bus rute standar aja belom kesampean....Gimana Bang Yos yang bentar lagi mau lengser? Atau bapak-bapak calon gubernur? Ide saya bagus? Bagooooessssssss......Hehehe....

Wednesday, January 31, 2007

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (don't take it seriuosly please)

Saya mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga, haruskan saya laporkan ke komnas perempuan?

Horor itu terjadi pada saat menjelang tidur…rasanya setiap kali saya naik ke tempat tidur, perasaan saya sudah tak keruan….tolong, tolong jangan salah paham dulu…kekerasan ini bukan karena tindakan menyimpang suami saya terhadap kegiatan yang satu itu..melainkan murni kegiatan tidur beristirahat…

Baru saya ketahui bahwa ternyata suamiku punya kebiasaan tidur yang cenderung mengerikan…semi penyiksaan dan sedikit lebih halus dari penganiayaan (tentu saja kalian tidak perlu percaya 100% dengan bahasa yang saya gunakan ini) karena sebenarnya kebiasaan suami saya adalah menyikut dan menendang…ya : MENYIKUT DAN MENENDANG!!!!! Dengar kamu suamiku???? Mungkin karena dia seharian terlalu lelah atau (saya curiga) mungkin ternyata diam-diam dia menaruh dendam pada saya…(yang kata orang cenderung galak dalam kesehariannya, hehe)..maka pada saat-saat yang bisa dikatakan diluar kesadaranlah dia melampiaskan dendamnya itu pada saya…menyikut mata, rahang, pipi dan kepala saya….menendang punggung dan kaki saya semena-mena…sungguh penyiksaan yang sangat memilukan…

Tak jarang saya harus bangun tengah malam, membalas sikutan atau tendangannya…sedikit mengomel sebelum tertidur kembali….tapi lama-lama saya lelah…alhasil saya sempat kurang tidur dan terlihat sedikit lebih kurus ….betapa malangnya…..waktu beberapa kali saya mengeluh pada suamiku untuk menghentikan kegiatan sikut menyikut dan tendang menendang itu, dia mengaku tidak sengaja dan itu dilakukan diluar kesadarannya (o yea?) tapi akhirnya dia pun meminta maaf pada saya...namun namanya kebiasaan, susah untuk dihilangkan…..hhhh…nampaknya saya harus lebih sabar dalam beradaptasi…sejauh ini trik yang saya lakukan adalah: memberi sedikit jarak tidur beberapa puluh sentimeter, melindungi diri dengan bantal diantara kami berdua, dan memunggunginya (untuk menghindari penyikutan yang menyakitkan)…apalagi ya kira2 yang bisa kita lakukan? Saya nyaris putus asa……

Apakah ini yang namanya “membeli kucing dalam karung” baru ketahuan belakangan??

Tolong, untuk suamiku, hentikan penyiksaan ini….tidakkah kau lihat saya sudah cukup berubah setelah menikah dan mengurangi kegalakkan saya? Apakah kau benar-benar berniat untuk membalas dendam pada saya?

(this story is dedicated to my hubby.. no matter what you did to me in your sleep, the feeling is still the same anyway….saya cuma minta sedikit pengertian darimu…itu saja…tidak sulit bukan??)

Wednesday, November 22, 2006

10 Hari Lagi

10 hari lagi, jika Tuhan menghendaki, acara itu akan terjadi. Acara yang akan mengubah hidup saya. Suatu transaksi agama dan hukum, perjanjian yang mengikat saya seumur hidup. Untungnya perjanjian itu dibuat dengan orang yang memang saya pilih, saya inginkan….Yang menjadi ganjalan adalah banyaknya kerumitan-kerumitan tak penting yang tidak saya harapkan…Kami yang punya acara, yang menjadi tokoh utama disini malah seperti menjadi korban, lelah dengan tuntutan-tuntutan keluarga dan keinginan-keinginan orang lain. Banyak kekecewaan-kekecewaan kecil yang kami alami. Tapi tetap saja tidak mengurungkan niat kami untuk tetap melaksanakannya.

Ketika saya menanyakan apa yang paling dia tunggu-tunggu dari acara ini, ternyata jawabannya sama dengan saya; ‘acara cepat selesai dan kami bisa pergi melarikan diri (lagi)’…berlibur bersama dan bersenang-senang di pulau favorit kami itu…Pernah tercetus dari diri saya untuk membatalkan semua ini dan menjadikannya jauh lebih sederhana, tapi keterikatan dengan orang tua dan keluarga, menjadikan hal itu tak mungkin dilakukan. Banyaknya konflik dan kekecawaan yang terjadi membuat trauma tersendiri buat saya. Saya hanya ingin semua cepat selesai, tidak ada lagi keinginan memiliki acara yang sempurna yang kata orang selalu kita harapkan terjadi sekali dalam seumur hidup kita…

Pernah sekali waktu saya bertanya dan menyesali; kenapa kita musti melakukan semua ini? Saya sudah terbiasa bersama dengannya selama 8 tahun tanpa ada ikatan itu? Kenapa justru semua persiapan-persiapan ini membuat masalah yang belum pernah terjadi sebelumnya? Saya merindukan rasa nyaman tanpa beban yang telah kami alami sejak 8 tahun yang lalu. Saya merindukan kegiatan kami selama menjalani hari-hari kami; jalan-jalan di mal, malam minggu yang diisi dengan nonton tivi hingga larut malam dan hobi kami mengunjungi 21 untuk menjadi bagian dari orang-orang pertama yang melihat film terbaru yang tayang atau sekedar makan malam kecil di tempat-tempat favorit kami. Meskipun kegiatan kami memang tidak istimewa, tapi saya cukup senang menjalaninya bersamanya….Dialah yang berkeras untuk tetap melaksanakan transaksi yang menghalalkan hal-hal yang sebelumnya diharamkan…niat baik itu pun sebenarnya saya setujui. Tapi saya ingin ritualnya disederhanakan sedikit, itu saja. Terlepas dari tradisi dan kelaziman, yang terpenting adalah ‘janji’ itu…yang lain tidak.

Tapi bagaimanapun, saya akan tetap menjalaninya. Sampai harinya nanti, saya hanya berharap dan berdoa, semoga semuanya bisa berjalan dengan baik…Amien.

Wednesday, November 01, 2006

Bisakah Bertahan Dengan Gosip?

Baru teringat kalo jaman dulu paling bisa tahan dengan gosip sewaktu salah seorang teman SMP memberikan testy singkat di friendster. Gosip macam apa juga gak tau. Yang jelas memang SMP kita dulu itu SMP kecil yang warganya adalah anak2 yang rumahnya gak jauh dari sekolah. Memang masa SMP bisa dibilang masa kurang asik karena lingkungannya yang berbeda dan gak berasa cocok banget disana...Gak jarang, cara pandang mereka agak lain....Yang ada ternyata selama masa SMP, hanya beberapa teman dekat yang bagusnya, sampe sekarang malah tetap keep in touch...kalo dibilang berarti sudah sekitar 13 tahunan berteman. Yaa...tapi tetap saja rasanya tetap dekat...Terima kasih sama Tuhan karena diberikan kesempatan untuk bertemu mereka2 itu..teman-teman SMP terdekat...(Arte, Rida, Adir, sama cowok satu itu..hehehe...).

Kalo diinget-inget jaman dulu digosipin gak jelas seperti; sombong, kebarat2an (aneh gak sih bilang orang kebarat2an karena lebih suka lagu2 asing daripada Nike Ardilla?) dan masih banyak lagi itu, rasanya sih jengkel dan berasa terkucil. Sedih kadang, cuma ya dibawa cuek aja...Buktinya bisa survive tuh 3 tahun. Sepanjang perjalanan menuju kantor tadi baru terpikir bahwa apapun yang terjadi di masa lalu ternyata membentuk kita dimasa sekarang. Yang jelas, membentuk kepribadian kita sekarang....Bisa sedikit lebih kuat menghadapi banyak hal, punya fighting spirit yang lumayan, meskipun rasa percaya diri agak belom bisa ditampilkan maksimal (mungkin ini sisi negatifnya adanya kejadian masa lalu ya...) tapi ya sebaiknya kita terima saja. Perempuan yang saya hormati dan panuti bilang begini : 'semakin banyak diomongin orang, semakin sedikit dosa kita'....Jadi langsung semangat, tiba-tiba jadi pengen terus diomongin biar ngapus dosa..hehehe.... Anyway, bersyukur juga ya mengalami banyak hal dalam hidup..Bukankah hal-hal semacam itu bikin hidup berasa lebih hidup?

Tapi anehnya, sampe sekarang kok masih suka sedih dan kepikiran ya kalo ada orang yang ngomongin di belakang? Hmmm.....

Monday, September 18, 2006

Musibah Berhikmah??

Agak stress juga waktu tau sepertinya deposito itu akan dipakai untuk hal lain….Bukan kebiasaan untuk merencanakan sesuatu yang sudah sejak lama dipikirkan tiba-tiba harus berubah strategi….tapi siapa yang menyangka adanya “musibah” ini. Sebagian orang mungkin mengatakan ini ‘cobaan’, ‘sawan’ atau apa…sepertinya kita memang harus coba lebih mengerti ini sebagai ‘cobaan’..meskipun agak gak terima, tapi ya mau bilang apa lagi?

Memang bukan habit yang ditradisikan dan dibiasakan untuk minta bantuan orang lain, apalagi untuk ‘acara’ itu. Sepertinya ada rasa malu untuk meminta pertolongan orang lain, apalagi untuk yang satu itu, filosofinya; Itu kan sesuatu yang akan kita nikmati berdua? Kenapa membebankan orang lain? Meskipun ada prinsip lain; ‘rejeki gak boleh ditolak’. Tapi entah bagaimana, ada sedikit optimisme kalau kita bisa mengatasi masalah ini. Everybody had a financial problem right? Even once? Dan sebenarnya kalau mau dipikir2 keadaan ini gak buruk2 banget kok…sedih sih iya, stress juga…tapi yang paling penting adalah “we through this shit together”…justru disinilah titik dimana kadang kita teringat sama yang di-Atas. Teringat akan hal2 yang tidak bisa diusahakan manusia, tapi hanya bisa berubah dengan kehendak-Nya…Makanya kami jadi sering berdoa, minta sama yang diatas…Kadang malah terbersit pikiran kalau ‘this problem actually bring us closer’….Ada yang bilang, terkadang untuk merasa satu pikiran sama seseorang, kita harus punya ‘musuh’ bersama…Well, this is our enemy….I believe we can through this together…..hopefully….soon…we’ll see…..